Optimis Wakatobi Jadi Maskot Pariwisita Indonesia
Wangi-Wangi, Selama dua hari Komisi X DPR-RI melakukan kunjungan di Kabupaten Wakatobi. Mereka berjumlah 11 orang. Dipimpin oleh Ketua Tim Drs Abdul Hakan Naja MSi yang juga wakil Ketua Fraksi PAN. Anggota timnya terdiri dari H Soleh Soe’aidy, SH (F.PD), Jefirstson R Riwu Kore MM (F.PD), Drs Hj Oetfah A. Syarullah Harmanto (F.PG), Drs Hj Popong Otje Djundjunan (F.PG), Dr Ir Hetifah MPP (F.PG), Drs Utut Adianto (F.PDIP), H Irsal Yunus SE MM (F.PDIP), Hj Herlina Amran MA (F.PKS), Ahmad Zainuddin Lc (F.PKS), Drs Endang Sukandar MSi (F.PPP).
Selama dua hari di Wakatobi, tim Komisi X DPR RI yang membidangi Budaya dan Pariwisata serta Pendidikan dan Pemuda Olahraga ini berkesempatan mengujungi sejumlah obyek wisata di Wangi-Wangi. Mulai dari perkampungan komunitas Bajo Mola yang menampilkan tradisi Duata, Sekolah Terapung Bajo Mola, Benteng Talo-Talo di kawasan Liya Togo yang menampilkan tradisi Posepaa. Sementara malam harinya tim ini berkesempatan menyaksikan pertujukan sejumlah tarian tradisonal dan dialog dengan jajaran Pemda Wakatobi. Sedangkan pagi harinya sebelum meninggalkan Wakatobi tim ini menyempatkan diri untuk menyaksikan keindahan bawah laut Wakatobi dengan bersnorkeling di pesisir Pantai Sombu Wangi-Wangi.
Dalam dialog bersama Pemda Wakatobi, Bupati Ir Hugua mengatakan, upaya meningkatkan angka kunjungan wisata di Wakatobi, Pemda Wakatobi saat ini tengah mengagas kerjasama pemasaran tiga destinasi pariwisata bahari yang ada di kawasan segitiga karang dunia, yakni Wakatobi-Raja Ampat dan Manado (Bunaken).
Upaya ini dilakukan dengan pembangunan Bandara Matahora yang panjang landasannya akan mencapai 3000 meter, sehingga memungkinkan didarati pesawat jenis Boeing 737 seri 400. Dimana tahun ini pengaspalan landasan sudah akan mencapi 2400 meter, sementara 1800 telah dimanfaatkan untuk operasional Bandara yang sudah berlangsung hampir dua tahun.
“Kami hanya membutuhkan anggaran sebesar 100 miliar lagi untuk menuntaskan pembangunan Bandara Matahora ini,” kata Bupati.
Ketua Tim Abdul Hakam Naja dalam kesempatan yang sama mengatakan Pemda Wakatobi cukup kreatif dalam memasarkan potensi pariwisata yang dimiliki daerahnya. Kata dia, jika semua Pemerintah daerah yang memiliki potensi pariwisata bisa sekreatif Pemda Wakatobi, maka kunjungan wisata Indonesia yang baru mencapai 6,4 juta pertahun akan dapat ditingkatkan, bahkan Ia optimis menyamai Malaysia yang memasang target 25 juta pada tahun ini.
“Dari hasil kunjungan ini maka kami mengatakan agar Jakarta belajar di Wakatobi dalam memasarkan pariwisata. Kujungan kami di Wakatobi ini menjadi pengalaman kami dari Komisi X DPR RI yang luar biasa,” katanya.
Abdul Hakam Naja juga mengatakan melihat apa yang ada di Wakatobi, mengingatkannya saat dia pertama kali berkunjung di Honolulu Hawai, tepatnya di Pantai Waikiki. Tempat itu setiap tahunnya dikunjungi puluhan juta wisatawan. Ia yakin kedepan Wakatobi akan seperti itu, bahkan daerah ini bisa menjadi Maskot Pariwisata Indonesia. Sebabb potensi alamnya begitu indah. Baik darat maupun lautnya. Ditambah lagi adanya dukungan kebudayaan masyarakatnya yang masih asli dan kental.
“Yang perlu kita lakukan tinggal bagaiman kita kemas dan kita pasarkan pariwisata daerah ini, Wakatobi ini bumi dan langitnya semuanya adalah pariwisata, ini tantangan kita bersama,” katanya
Goverment of Wakatobi Regency
South East Sulawesi Province - Indonesia